Saturday, 28 April 2012

Agar tidak lagi ada penyesalan...

Setiap orang memiliki berbagai peran dalam hidupnya. Sesederhana apapun orang itu. Setiap orang tidak mungkin memiliki hanya satu peran. Peran sebagai anak, ibu, ayah, anggota masyarakat, karyawan, organisasi, terlebih lagi, peran sebagai hamba-Nya.

Siapapun pastinya pula mengharap yang terbaik pada setiap perannya. Sayangnya, kita memiliki banyak keterbatasan, baik terbatas waktu, tenaga, finansial dan sebagainya.
Tidak jarang kita temui, orang-orang yang sukses dalam satu peran, namun gagal di peran yang lain. Misalnya saja, ia seorang Pimpinan Perusahaan yang hebat, namun rumah tangganya berantakan. Atau, dia seorang aktivis yang pintar, namun jarang masuk kuliah, dan nilainya mengkhawatirkan.
Nah, bagaimanakah kita menempatkan peran-peran kita dengan sebaik-baiknya?

Pandailah membuat skala prioritas
Misalnya saja, ketika kita berada di tempat kerja, maka optimalkan peran kita sebagai karyawan. Namun, saat kita berada di rumah, maka berperanlah sebagai anggota keluarga yang baik.

Berilah waktu untuk orang-orang yang Anda cintai
Sebelum kita menyesal, maka berilah perhatian pada orang-orang yang kita cintai. Jangan kalahkan kepentingan mereka dengan target-target kesuksesan yang kita buat. Karena, sesungguhnya energi cinta dari mereka lah yang tetap membuat kita tetap semangat untuk meraih sukses itu sendiri.

Jangan pernah lupa memanjakan diri!
Sesibuk apapun kita, sesekali memanjakan diri sendiri tidak ada salahnya. Memforsir diri terlalu berlebih akan mengantarkan kita pada stress bahkan depresi. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Dengarkan musik, berolahraga, pergi ke salon, membaca buku, lakukan apa yang Anda senangi dan positif akan merilekskan diri Anda!

Buatlah perencanaan dengan realistis
Setiap kita pastinya menginginkan sukses dengan segera. Namun, berusahalah untuk tetap realistis. Jika Anda memiliki 10 prioritas pencapaian pada satu hari, maka jika terpenuhi 3 teratas saja itu sudah cukup baik.

Penghargaan pada diri sendiri
Apapun yang sudah Anda pilih dalam hidup Anda, maka itulah yang terbaik. Anda tidak perlu menyesali, meski itu kegagalan. Justru, kita bisa belajar banyak dari kegagalan, dan tahu cara melakukan segalanya dengan lebih baik.

Okay, saatnya kembali mengevaluasi bagaimana Anda telah berperan selama ini. Apakah ada peran tertentu yang Anda telantarkan? Adakah orang-orang yang seharusnya Anda beri perhatian, namun luput karena tersibukkan oleh satu fokus saja?
Apapun itu, masih ada waktu untuk mengubah segalanya agar lebih baik. Tentu saja hanya dengan satu alasan, agar tidak lagi ada penyesalan...



Credit : Bondan Seno Prasetyadi

Sunday, 22 April 2012

Kata Hati

Hidup ini sudah di atur, kita hanya tinggal menjalaninya saja..
Sebingung dan sesakit apapun, semua sudah disiapkan oleh Allah. 
Tinggal merasakannya saja, maka saya pasti tahu jawabannya..

Begitu juga dengan dia..
Yang pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksakan apakah dia memang untuk saya atau untuk orang lain.. Tidak ada yang memaksa, tidak juga janji, atau kesetiaan. 
Tidak ada..

Sekalipun akhirnya dia memilih untuk bersamaku, hatinya tidak bisa dipaksa oleh siapapun, oleh siapapun..

Saya tidak takut untuk melepaskan dia,
Walaupun hati ini selalu berkata "seharusnya aku mempertahankanmu.."
Tapi saat saya selalu berfikir menggunakan pola "seharusnya" saya sadar hati selalu punya aturan main sendiri. Secerdas-cerdasnya otak, tidak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. 
Jadilah saya berusaha mendengarkan kata hati saya.. dan saya tetap mendengar "I just love you" sesederhana itu..


Begitu juga dengan dia..
"Kalau memang betul itu kata hatimu, ikuti saja.."


Saya bahagia sekaligus patah hati pada saat yang bersamaan. Saat saya tahu dan diyakinkan bahwa kami saling menyayangi tapi kami tidak mungkin bersama untuk saat ini ataupun selamanya.

Pada awalnya hatinya mungkin telah memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihnya. Tapi hati bisa bertumbuh & bertahan dengan pilihan lain.

Persahabatan barangkali adalah muara terakhir yang harus saya paksakan untuk menampung perasaanku untuk dia. Tak bisa lebih dari itu.. Karena kalau tidak seperti ini, saya akan selalu meminta dia untuk mencintai saya, semua yang dia lakukan adalah karena saya meminta.  


Harapan saya untuknya..
Carilah orang yang tidak perlu meminta apa-apa tapi kamu mau memberikan segala-galanya. Karena hati tidak perlu memilih, ia tahu kemana harus berlabuh.




Nungky's galau time :)

Thursday, 19 April 2012

Kebenaran itu sudah datang..

Bagaimana kita bisa tahu kapan waktunya untuk menyerah dan kapan waktunya untuk bertahan? Saya bingung diantara penyesalan dan penerimaan.

Saya ingin pergi untuk memulai sesuatu yang baru, saya rasa ini adalah pilihan terbaik saat ini. Karena tidak ada yang salah, mungkin saya yang memang terlalu berharap. saya  merasa lebih baik tidak bertahan.

Rasanya, ini lebih baik untukmu, untuk yang lain, dan yang pasti.. lebih baik juga untukku..

Untukku, saat ini cinta itu bukan tentang seberapa banyak nya kata cinta yang terungkap..
Bukan seberapa sering nya kita bertemu tapi lebih seberapa besar kita bisa menjaga hati dan perasaan orang yang kita cintai saat kita tidak bersama nya.

Bagaimana kita mampu mengubah air mata nya menjadi senyuman dan seberapa hebat kita tetap tersenyum dan ikhlas ketika dia yang kita cinta sudah tidak memiliki rasa yang sama.

Saya tidak akan menghalangi kamu..
Saya memang sedih saat tahu keadaan yang sebenarnya, tapi saya bahagia karena kamu berhasil memilih yang terbaik untuk hidupmu.

Tapi saya mau kamu tahu, setelah apa yang terjadi, saya tidak bisa membenci kamu. Saya cinta kamu. Dari pertama kali kita bertemu, sampai hari ini. Saya selalu mencintai kamu. Sampai kapanpun itu, saya engga tau. Saya engga melihat cinta ini ada ujungnya.

Yang saya belum pahami adalah mengapa harus sesakit ini rasanya.....

Saturday, 7 April 2012

Ikhlas itu tidak mudah

Diawal kita membangun hubungan ini, aku sadar apa yang kulakukan dan menyadari hal ini akan terjadi.
Jika memang suatu hari nanti aku harus kehilanganmu karena hal itu, aku akan berusaha ikhlas..
tapi kenapa disaat aku mulai berusaha untuk merubah segalanya, hatimu akhirnya telah memilih.. kau mengatakan suatu hal yang paling kutakutkan...
Kita berpisah..

Aku merasa mataku berkaca-kaca, seiring dengan arus perasaanku yang berusaha kuat untuk tegar. Dan, sungguh.. aku tidak tau harus merespon apa. Karena sorot matamu seperti merenggut semua perbendaharaan kata di benakku. 

Pada akhirnya aku memilih untuk menunduk.. Merenungi kata-katamu yang menusukku bagaikan hunusan pedang es. Menyakitkan sekaligus membekukan, membuatku bungkam tanpa bisa melawan.
Banyak kata yang aku sesali tapi terlanjur terucap. Namun, untuk menahanmu mengambil keputusan itu aku bahkan tidak punya percaya diri yang cukup.  

Ternyata ikhlas itu tidak mudah...
Walaupun aku nampak kuat dihadapanmu, sebenarnya aku rapuh.. 
Sepanjang siang aku bertanya dan bertanya, "apa yang salah..?" 
Tiap kali ingatanku kembali mundur ke tadi malam, aku merasakan lagi perih sayatan kata-katamu.
Membayangkannya saja sudah terasa pedih dimata. Kuusap mataku yang basah.. Sekali, dua kali, dan berapa kalipun ku mengusap, air mata itu tak kunjung berhenti mengalir. 

Kau yang perhatian telah menjadi penata hidupku & menjadi kaki yang membantuku menjejak bumi saat terlalu lama berada di dunia khayal.

Selama tujuh tahun terakhir mengenalmu, aku menyangka punya tempat spesial dalam hidupmu. Ternyata aku salah.. Aku kini tak lebih dari figuran tak berarti. Perasaan kehilangan yang menjalar ke seluruh tubuh menyadarkanku bahwa tak hanya kehilangan, akupun merasa ditinggalkan.

Aku tak marah kepadamu, karena aku tau kau melakukan itu untuk menunjukkan baktimu.
Aku marah kepada diriku sendiri karena aku tak cukup layak untuk kau perjuangkan...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...