Monday, 19 December 2016

Dear calon imamku....




Ya Allah aku tidak mau patah hati, jatuh cintakan lah pada jodohku saja. Seseorang yang tidak hanya memberi janji, tapi mampu bertanggungjawab dalam ikatan yang suci. Yang mampu menghargai aku dan keluargaku. Yang mampu bersikap berani dan tegas dalam keadaan apapun jika dia benar. Yang akan berfikir jutaan kali atau bahkan jangan sampai berfikir untuk mengucapkan kata perpisahan, karena itu hal yang sangat di benci Allah. seseorang yang benar-benar berani menggantikan sosok laki-laki yang sekarang aku sebut sebagai Ayah.

Aku mungkin sama seperti wanita pada umumnya, memiliki hati yang mudah untuk jatuh cinta. tapi saat ini aku mengerti cinta yang tidak ada izin dari Allah itu akan berakhir menyakitkan. Karena jika kau berharap pada manusia, kau hanya akan dikecewakan, diutamakan atau hanya dijadikan cadangan.

Aku sama seperti wanita pada umumnya, memiliki rasa kagum kepada sosok laki-laki. Yang bersedia mendampingi namun tidak menggurui, yang berselera humor tp tidak mencela, yang menasehati tapi tidak memarahi, yang membimbingku untuk semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya, yang berkata lembut namun tegas, yang mencintai keluarganya, yang mengasihi orang-orang di sekelilingnya. Tapi aku lebih kagum lagi jika laki-laki tersebut berani datang ke rumah dan bertemu kedua orang tua ku.

Jodohku kau sekarang ada di mana dan siapa? Apakah kau yang kemarin ini memberikan “ Like “ dalam media sosial, apakah kau yang selama ini selalu mendengarkan cerita-ceritaku tentang betapa inginnya aku segera menikah, apakah kau yang selama ini hanya melihat dari jauh tanpa ada keberanian untuk berbicara, atau apakah kau yang selama ini sibuk dengan duniamu dan mempersiapkan diri tanpa tau diriku sebelumnya.

Jodohku izinkan aku jatuh cinta padamu saja. Karena jujur, hati ini tidak pernah sanggup merasakan sakit setelah perpisahan. Biarkan saja sekarang merasakan sesaknya rasa rindu yang tidak tau siapa pemiliknya. Jodohku izinkan aku jatuh cinta padamu saja. Yang memiliki keyakinan kalau seandainya rizki kita tidak akan pernah berkurang dengan ikatan yang halal. Kau yang rela membagi ruang suka dan dukamu dalam kisah hidup yang akan kita jalani bersama.

Ketika doaku dan doamu menjadi satu, semoga menjadi salah satu alasan kita dipertemukan. semoga menjadi jalan ridho dalam menjalani sisa-sisa kehidupan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...